Penandatanganan IA dilakukan langsung oleh Kepala PUIPT Nilam Universitas Syiah Kuala, Syaifullah Muhammad bersama jajaran Koordinator Program Studi Biologi FMIPAK Unima, yakni Prof. Dr. Arrijani, M.Si selaku Koordinator Program Studi S3 Biologi, Dr. Emma Mauren Moko, STP., M.Si selaku Koordinator Program Studi S2 Biologi, dan Dr. Nonny Manampiring, M.Si selaku Koordinator Program Studi S1 Biologi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Jurusan Biologi FMIPAK Unima, Femmy Kawuwung.
Prosesi penandatanganan disaksikan langsung oleh pimpinan universitas, di antaranya Rektor Unima, Dr. Joseph Philip Kambey, SE., Ak., MBA, didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Mister Gidion Maru, M.Hum, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum Prof. Dr. Donald M. Ratu, M.Hum, Dekan FMIPAK Prof. Dr. Yermia S. Mokosuli, S.Si., M.Si, serta pimpinan Unima lainnya.Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat pengembangan riset, inovasi, serta hilirisasi komoditas nilam di lingkungan kampus.
Dalam diskusi yang berlangsung, kedua institusi membahas peluang pengembangan bibit nilam melalui teknik mikropropagasi atau kultur jaringan tanaman. FMIPAK Unima dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan teknologi tersebut karena telah memiliki fasilitas laboratorium kultur jaringan tanaman dan unit pengolahan nilam yang mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan.
Teknik mikropropagasi dianggap memiliki berbagai keunggulan dibanding metode konvensional, terutama dalam menghasilkan bibit nilam berkualitas unggul, seragam, dan dalam jumlah besar. Pengembangan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi nilam sekaligus mendukung kebutuhan industri atsiri nasional.
Syaifullah Muhammad menjelaskan bahwa PUIPT Nilam Universitas Syiah Kuala selama ini telah berhasil membangun ekosistem hilirisasi nilam melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra industri. Produk turunan nilam yang dikembangkan bahkan telah menembus pasar internasional, termasuk dalam bentuk parfum, produk skincare, anti-aging, dan berbagai produk atsiri lainnya.
Menurutnya, kerja sama dengan FMIPAK Unima membuka peluang besar untuk memperluas industri nilam di kawasan Indonesia Timur melalui pendekatan riset dan inovasi berbasis perguruan tinggi.
Sementara itu, pihak FMIPAK Unima menilai kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat kapasitas akademik dan penelitian, tetapi juga menjadi peluang strategis bagi universitas dalam mengembangkan sumber pendapatan berbasis hilirisasi produk sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU).
Melalui kerja sama ini, kedua institusi diharapkan mampu memperkuat jejaring riset nasional, memperluas peluang pengembangan produk ekspor berbasis atsiri, serta mendorong lahirnya inovasi baru di bidang bioteknologi pertanian, khususnya pengembangan tanaman nilam sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia.

